
KAMIS, 31 DESEMBER 2009 | 23:25 WITA
Makassar, Tribun - Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, selaku pemilik (owner) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar mengisyaratkan akan melakukan perombakan di jajaran Direksi dan Badan pengawas PDAM. Pertimbangan Ilham adalah persoalan kinerja.
"Direksi PDAM itu masa kerjanya empat tahun. Tapi bisa juga satu bulan, dua bulan, tegantung dari kinerjanya," kata Ilham di Balaikota Makassar, Rabu (30/12).
Ilham menyebut salah satu alasan perombakan adalah untuk meningkatkan pelayanan bagi pelanggan. Masa kerja direksi adalah empat tahun. Direksi periode ini akan berakhir 31 Desember 2010 mendatang.
"Yang menjadi pertimbangan utama adalah latar belakang ilmiah, pemahaman, dan sinergitas bisa menjalin komunikasi dengan orang yang mengangkat mereka," kata Ilham.
Selain direksi, penggodokan nama yang akan mengisi pos Badan Pengawas (BP) PDAM sudah rampung. Tinggal menunggu penandatanganan SK. "Kalau BP sudah hampir final. Saya tidak bisa sebutkan orang-orangnya," lanjut suami Aliyah Mustika ini.
Sebelum tampil memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota saat Refleksi Kinerja Pemprov 2009 di Balaikota, Ilham menggelar rapat tertutup dengan Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur, mengenai nama-nama yang akan menduduki posisi direksi dan BP PDAM.
Informasi yang dihimpun Tribun, sejumlah nama calon direksi mulai digodok Ilham. Untuk jajaran direksi, Tajuddin Noor kemungkinan lengser dari posisinya dan digantikan Direktur Umum PDAM, Hasanuddin Baso.
Selain Hasanuddin, nama Kadis Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar, Oddang A Wawo, juga menguat untuk posisi yang ditinggalkan Tajuddin.
Untuk posisi direktur keuangan (Dirkeu), pelaksana tugas dirkeu, Hamsah Ahmad, akan bersaing dengan mantan legislator Golkar Makassar Asmaeni Azis. Sementara posisi direktur umum dan direktur teknis akan diisi figur yagn sudah berpengalaman di internal PDAM.
Sementara untuk BP PDAM, Ruslan Abu dan Hamid Paddu diprediksi tetap menempati posnya. Sementara pakar hukum tata negara Prof Aminuddin Ilmar bersaing dengan Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar, Hambali Thalib, untuk menempati posisi BP.
Demikian juga mantan Kadispenda Makassar Arifuddin Hamarung head to head dengan Mantan Kadisperindag Riefad Suaib untuk menempati satu jatah. Dua politisi senior Golkar Makassar, Burhanuddin Odja dan Sainuddin Sardjimin juga berpeluang masuk ke jajaran BP.(sur)
Bastian Lubis Juga Dicopot
WALI Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, akan menanggalkan jabatan Bastian Lubis sebagai Sekretaris Badan Pengawas PDAM Bastian Lubis. Bastian kerap bersuara lantang ke publik mengenai penyimpangan di internal perusahaan daerah (perusda) ini.
"Ada perpanjangan dan ada juga wajah baru ke depan. Salah satu harapan kami ke depan tidak ingin lagi ada disharmonisasi yang membuat komunikasi antara pengawas dan direksi terputus," kata Ilham.
Yang dimaksud disharmoni adalah suasana yang tidak akur antara badan pengawas dan jajaran direksi. Bastian selama ini memang selalu mengkritik kebijakan PDAM, termasuk soal rencana menaikkan tarif layanan. Menurut Bastian, menaikkan tarif tidak perlu.(axa)
Berebut Masuk PDAM
Posisis Badan Pengawas:
- Ruslan Abu (exeficio)
- Hamid Paddu (dosen FE Unhas)
- Karim Saleh (dosen FE Unhas)
- Aminuddin Ilmar (guru besar FH Unhas)
- Hambali Thalib (Direktur PPs UMI)
- Arifuddin Hamarung (mantan kadispenda)
- Riefad Suaib (mantan kadisperindag)
- Burhanuddin Odja (politisi Golkar)
- Zainuddin Sardjimin (politisi Golkar)
Posisi Direksi:
- Dirut : Hasanuddin Baso (direktur umum) dan Oddang A Wawo (kadis tata ruang dan bangunan)
- Dirkeu : Hamsah Ahmad (Plt) dan Asmaeni Azis (politisi Golkar)
*Dirum : Asdar dam Amelia (keduanya pegawai PDAM)
*Dirtek : Rahmansyah dan Kartiah (keduanya pegawai PDAM)
0 comments
Post a Comment